Prakata

Prakata

Sumber inspirasi dapat datang dari tempat dan waktu tak terduga. Tidak terkecuali almarhum kakek saya, almarhum Raden Mas Priatman, putra dari salah satu pahlawan Nasional, Raden Mas Tirto Adhi Soeryo. Saat saya masih duduk dibangku sekolah dasar, beliau pernah menyampaikan langsung kepada saya, bahwasanya kehidupan seorang insan manusia akan lebih bermakna apabila keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Apa yang disampaikan almarhum kakek saya ini juga terdapat dalam sebuah hadist Rassulullah SAW.

Ungkapan tersebut terlihat sangat sederhana dan terdengar sangat umum, tetapi terasa sangat bermakna dan mendalam artinya, ketika saya menyaksikan sendiri secara nyata terhadap apa yang telah dilakukan kakek saya dalam mengelola perkebunan cengkeh di salah satu daerah di Sukabumi. Walaupun keberadaan almarhum di sana bukan dikenal sebagai pengusaha besar, tetapi pada tingkatannya dapat memberikan kontribusinya kepada lingkungan dan masyarakat sekitar. Sektor usaha perkebunan cengkeh yang pada masa-masa itu masih tergolong sangat baik, dapat memberikan hasil panen yang dapat membuka kesempatan orang berkerja dan berpenghasilan sehingga turut menghidupi banyak orang di sekitar perkebunan tersebut.

Hingga pada suatu saat yang tidak terduga, tepatnya pada tahun 1981, almarhum secara tiba-tiba menghibahkan sebagian lahan perkebunan cengkeh tersebut kepada saya, yang merupakan salah satu cucu dari sekian banyak cucu beliau. Hal yang lebih terasa tidak terduga adalah karena hanya saya satu-satunya cucu yang mendapat hibah lahan cengkeh walaupun pada saat itu saya masih belum beranjak dewasa. Pesannya saat itu sangat singkat, almarhum menitipkan sejumlah lahan cengkeh tersebut untuk masa depan saya di kemudian hari, agar dapat melanjutkan semangatnya untuk membantu kehidupan banyak orang dengan memberikan kesempatan mereka untuk maju.

Amanah ini selalu tertambat secara mendalam pada diri saya, sampai pada suatu titik perjalanan waktu di mana akhirnya saya menyadari betul pesan itu sepenuhnya dan pada akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan langkah almarhum dengan memberanikan diri berhenti bekerja di sebuah bank asing ternama dan memulai merintis semangat almarhum dalam kegiatan usaha perkebunan cengkeh.

Walaupun kegiatan usaha perkebunan cengkeh tidak sebagus saat itu, tetapi inspirasi almarhum, kini saya coba wujudkan dalam diversivikasi dan ekspansi kegiatan-kegiatan usaha sektor riil lainnya, dengan tata cara kelola yang lebih profesional. Kondisi sektor riil adalah kegiatan usahayang terus kami fokuskan, karena kegiatan usaha ekonomi mikro sangat erat kaitannya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Dalam lebih dari 10 tahun sejak berdirinya, kini Priatman Group telah merambah ke berbagai sektor seperti jasa transporatasi, jasa pelayanan, jasa kontraktor, perdagangan, industri dan juga perkebunan cengkeh yang masih dipertahankan sampai dengan saat ini.

Strategi Perusahaan juga terus dikembangkan dengan peningkatan sumber daya yang handal, bersikap baik dan bekerja secara profesional, sebagai landasan untuk menjalankan dan mengimplementasikan strategi Perusahaan ke depan.

Dalam pelaksanaannya, kami juga tidak akan menfokuskan kepada kesuksesan sesaat, karena kami semua yakin, hasil apapun yang kami capai adalah merupakan bagian dari proses untuk pencapaian berikutnya. Sehingga, penekanan dari kebijakan kami adalah terus melakukan kinerja yang positif dalam proses kegiatan usaha, di mana seluruh individu harus bekerja dengan sepenuh hati dan menjalankan nilai-nilai Perusahaan yang telah kami tanamkan.

Kami yakin dengan semangat terus memperbaiki diri, Perusahaan beserta seluruh individu didalamnya yang selalu berkerja-sama secara tim, akan terus bergerak maju ke depan, menyelesaikan berbagai permasalahan, melewati tantangan dan terus berupaya memberikan yang terbaik. Tidak hanya untuk Perusahaan, tetapi juga untuk lingkungan sekitar, masyarakat banyak dan pada akhirnya juga berguna bagi bangsa dan negara, seusai amanah kakek saya tercinta, almarhum Raden Mas Priatman Tirto Adhi Soeryo.

 

Mirza Whibowo Soenarto
Founder Priatman Group

Jaleel Johnson Jersey